Kelurahan Boyaoge merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Tatanga, Kota Palu, dengan sejarah yang berkembang seiring perjalanan masyarakat Kaili di wilayah tersebut. Nama Boyaoge berasal dari kata dalam bahasa Kaili, yaitu “Boya” yang berarti bukit, dan “Oge” yang berarti besar atau luas. Penamaan ini menggambarkan kondisi wilayah pada masa lalu yang didominasi oleh dataran tinggi kecil dan perbukitan yang menjadi tempat bermukimnya penduduk pertama.
Pada masa awal, kawasan Boyaoge menjadi salah satu permukiman tradisional suku Kaili yang hidup secara berkelompok dan mengandalkan pertanian sederhana serta pemanfaatan sumber daya alam sekitar. Seiring berkembangnya Kota Palu sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan, wilayah Boyaoge mengalami perubahan signifikan, mulai dari pembentukan dusun-dusun, pembukaan permukiman baru, hingga masuknya berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Setelah penataan pemerintahan di era modern, Boyaoge ditetapkan sebagai salah satu kelurahan administratif di Kecamatan Tatanga. Perkembangannya terus meningkat, terutama setelah pembangunan berbagai fasilitas umum, akses jalan, dan layanan masyarakat. Kini, Kelurahan Boyaoge menjadi salah satu wilayah yang aktif dalam kegiatan sosial, ekonomi, serta pembangunan kota, tetap mempertahankan identitas budaya Kaili sambil beradaptasi dengan kemajuan zaman.